Ternyata, Nama Bisa Menentukan Kesuksesanmu Lho! / Nabila Inaya | Aug 24, 2014

Kita memandang nama sebagai sebuah hal yang serius. Banyak orang tua, misalnya, telah mempersiapkan nama anak mereka jauh hari sebelum buah hati mereka lahir. Banyak juga orang yang mengganti nama mereka setelah dewasa demi hoki yang lebih baik.
Tapi apakah nama memang bisa berpengaruh buat masa depanmu? Menurut sejumlah penelitian: ya! Di artikel kali ini, Hipwee akan membagikan fakta-fakta tentang hasil penelitian tersebut. Yuk, simak!
 1. Namamu Mudah Diucapkan Atau Diingat? Kemungkinan Kamu Lebih Banyak Disukai Orang

namamu mudah diucapkan? berarti kamu lebih disukai orang
namamu mudah diucapkan? berarti kamu lebih disukai orang via liveyourdreamsxo.blogspot.com
Penelitian New York University menyebutkan bahwa orang-orang dengan nama yang mudah diucapkan atau diingat biasanya punya banyak teman atau relasi. Selain itu, ia akan lebih mudah naik jabatan atau mencapai posisi tinggi di kantornya lantaran banyak orang yang menganggapnya pantas.
“Ketika kita bisa lebih mudah memproses sebuah informasi, biasanya kita akan lebih menyukainya.” – Adam Atler, psikolog, New York University
Bahkan, perusahaan-perusahaan dengan nama yang sederhana ternyata lebih sukses di pasar saham.
 2. Kalau Namamu ‘Pasaran’, Kamu Bakal Lebih Mudah Diterima Kerja

nama yang umum bikin kamu mudah diterima kerja
nama yang umum bikin kamu mudah diterima kerja via www.tipsontalking.com
Marquette University menjelaskan bahwa pelamar kerja dengan nama yang sederhana, nggak rumit, dan biasa dipakai itu cenderung lebih disukai perusahaan. Sebaliknya, karyawan dengan nama-nama yang terkesan unik dan jarang dipakai itu susah mendapat pekerjaan. Ini mungkin berkaitan dengan usaha kebanyakan perusahaan untuk merekrut orang-orang yang “aman”, “pasti”, dan “lurus”. Tentu, tidak semua perusahaan punya kecenderungan seperti ini.
Bersyukur aja kalau namamu termasuk ‘pasaran’. Mungkin itu bisa menjadikanmu lebih beruntung di dunia kerja.
 3. Nama Yang Unik Lebih Rentan Terlibat Kenakalan Remaja

namanu nggak umum? mungkin kamu dikira orang jahat
namanu nggak umum? mungkin kamu dikira orang jahat via www.lifedaily.com
Percaya nggak sih kalau ternyata ada keterkaitan antara nama dan kenalan remaja? Yup, peneliti di Shippensburg University menemukan bahwa nama-nama yang nggak umum erat kaitannya dengan kasus kenakalan remaja.
Bukan melulu jadi penyebab tindak pidana, tapi nama-nama unik ini berkaitan dengan faktor-faktor yang meningkatkan kecenderungan seseorang terlibat kenakalan remaja. Misalnya, mereka yang memiliki nama unik cenderung juga punya orang tua dengan status ekonomi rendah.
 4. Gampang Dapat Pekerjaan Kalau Namamu Terdengar ‘Alim’

nama yang terkesan alim lebih gampang dapat pekerjaan
nama yang terkesan alim lebih gampang dapat pekerjaan via wallpapo.com
American Economic Association memuat hasil penelitian yang menyebutkan bahwa nama-nama yang terdengar ‘alim’ punya kemungkinan 50% lebih besar dihubungi oleh bagian HRD. Orang-orang dengan nama yang terdengar alim dianggap punya pengalaman kerja dan kepribadian yang lebih baik.
 5. Nama Dengan Alfabet Awal Lebih Sering Lolos Ujian Masuk Di Sekolah Yang Bagus

nama dengan alfabet awal kemungkinan dapat sekolah bagus
nama dengan alfabet awal kemungkinan dapat sekolah bagus via www.moviesofhollywood.com
Bahwa ada korelasi antara huruf depan nama dan kemungkinan lolos ujian sekolah ternyata diungkap Economic of Education Review. Orang-orang yang namanya dimulai dengan huruf A, B, atau C lebih banyak diterima di sekolah-sekolah bagus dengan seleksi masuk yang kompetitif. Wow, benar nggak ya?
 6. Nah, Kalau Namamu Dimulai Dengan Alfabet Akhir, Kemungkinan Kamu Adalah Orang Yang Boros

orang dengan nama berawalan alfabet akhir cenderung boros
orang dengan nama berawalan alfabet akhir cenderung boros via www.santabanta.com
Semisal nih, namamu berawalan huruf Y atau Z, kemungkinan kamu bakal jadi sasaran promosi produk yang sifatnya terbatas. Hal ini diungkapkan oleh Kurt A. Carlson dan Jacqueline Conard dalam penelitian mereka.
Pasalnya, sejak kecil kamu terbiasa menunggu giliran, misal ketika  diabsen oleh guru atau saat ujian menyanyi di depan kelas. Nah, hal ini yang mungkin membuatmu ingin membeli produk-produk promosi karena kamu takut kehilangan kesempatan.
 7. Memilih Bekerja Di Perusahaan Yang Inisial Namanya Sama Dengan Inisialmu

kerja di perusahaan sesuai inisial namamu
kerja di perusahaan sesuai inisial namamu via www.santabanta.com
Percaya nggak percaya, Ghent University telah mengungkap fakta bahwa banyak orang memilih bekerja di perusahaan yang punya inisial nama yang sama dengan nama mereka sendiri.  Misalnya, Amanda dan Agnes akan lebih memilih bekerja di Amazon daripada Google. Unik juga, ya?
 8. Nama Tengah Yang Ditulis Dengan Inisial Membuat Kamu Terlihat Lebih Pintar

nama tengah yang ditulis dengan inisial membuatmu terlihat pintar
nama tengah yang ditulis dengan inisial membuatmu terlihat pintar via quotes.lifehack.org
Jika namamu terlalu panjang, sebaiknya tulis nama tengahmu dengan inisial. Selain penulisan namamu jadi lebih praktis, hal ini membuat kamu terlihat lebih pintar lho!
European Journal Of Social Psychology menjelaskan bahwa nama tengah yang ditulis dengan inisial akan meningkatkan kepercayaan orang lain pada intelektualitasmu. Riset dilakukan pada anak-anak yang diminta untuk menulis esai tentang nama beberapa penulis. Ternyata, penulis yang menggunakan inisial pada nama tengah mereka menjadi yang paling banyak dianggap keren.
 9. Punya Nama Yang Terdengar ‘Mulia’ Memungkinkan Kamu Bekerja Dapat Posisi Tinggi Di Kantor

nama yang benada bangsawan juga menentukan suksesmu
nama yang benada bangsawan juga menentukan suksesmu via hmti.ft.ugm.ac.id
Kelompok psikolog di Eropa meneliti tentang nama-nama orang Jerman dan posisi mereka di perusahaan. Nama-nama seperti ‘Kaiser’ yang berarti kaisar atau ‘Koenig’ yang berarti raja lebih banyak berada di posisi manajer. Sementara, nama-nama seperti ‘Koch’ yang berarti memasak atau ‘Bauer’ yang berarti petani lebih banyak berada di posisi bawah. Hal ini berkaitan dengan kecenderungan manusia untuk mengasosiasikan nama seseorang dengan kepribadian orang tersebut.
Nah, kalau nama ‘Bene Dyonisius Rajaguguk’ di gambar di atas emang calon sukses. Nggak percaya? Selain berhasil jadi finalis Stand Up Comedi Indonesia 3, Bene sukses lulus sebagai Mahasiswa Terbaik di Prodi Teknik Industri UGM dengan IPK 3,71 saat wisuda di tahun 2009.
 10. Kalau Kamu Cowok Dengan Nama Yang Mirip Nama Cewek, Kamu Cenderung Nakal Di Sekolah

cowok yang namanya mirip nama cewek cenderung nakal
cowok yang namanya mirip nama cewek cenderung nakal via galleryhip.com
Northwestern University meneliti sekolah-sekolah di Florida antara tahun 1996-2000. Hasilnya, anak cowok dengan nama yang biasa diberikan untuk anak cewek cenderung suka bertingkah dan mengganggu teman-temannya. Mereka sangat sering di hukum di depan kelas bahkan mendapat skors. Alasan-alasan itu juga menjadi jawaban kenapa nilai-nilai ujian mereka rendah.
 11. Cewek Dengan Nama Yang Ambigu Justru Lebih Gampang Sukses

kalau namamu ambigu mungkin kamu bakal sukses
kalau namamu ambigu mungkin kamu bakal sukses via leadingstrategicinitiatives.com
Menurut The Atlantic, bidang-bidang yang didominasi cowok seperti teknik dan hukum, justru memungkinkan cewek-cewek dengan nama-nama yang ambigu lebih cepat sukses. Ambigu di sini berarti nama mereka terdengar maskulin. Orang-orang jadi sulit menebak, apakah dia cewek atau cowok.
 12. Cowok Dengan Nama Pertama Yang Pendek Biasanya Jadi CEO

cowok dengan nama pendek
cowok dengan nama pendek biasanya jadi direktur via muadzin.com
Di tahun 2011, Linkedln menganalisa lebih dari 100 juta profil penggunanya untuk menemukan nama-nama apa yang menduduki posisi CEO. Hasilnya, nama-nama para CEO biasanya sangat umum dan cenderung pendek atau hanya satu silabel.
Menurut seorang spesialis nama, hal ini terjadi lantaran cowok-cowok yang menduduki posisi penting sengaja menggunakan nama panggilan supaya lebih terkesan ramah.
 13. Cewek Yang Punya Jabatan Tinggi Lebih Senang Menuliskan Nama Lengkap Mereka

cewek dengan jabatan tinggi biasa pakai nama lengkap
cewek dengan jabatan tinggi biasa pakai nama lengkap via www.thedrum.com
Masih dalam penelitian yang dilakukan LinkedIn, cewek yang punya jabatan tinggi lebih senang menuliskan nama lengkap mereka. Hal ini tentu berbeda dengan temuan sebelumnya bahwa cowok justru memilih menggunakan nama panggilan saja. Pasalnya, cewek dengan jabatan tinggi merasa bahwa menuliskan nama lengkap adalah bagian dari profesionalisme dan citranya.
 Nah, setelah membaca fakta-fakta ilmiah di atas, apakah namamu termasuk nama-nama orang yang diprediksi lebih cepat sukses? Kalau ternyata sebaliknya, mungkin kamu mau ganti nama?


Apa Keputusan Kamu Buat Putus Udah Tepat? I Yogie Fadila | Aug 2, 2014

“Aku musti mutusin dia gak ya?”
Ketika kamu mulai bimbang gara-gara pertanyaan itu, maka kamu musti baca dulu artikel Hipwee ini. Coba lihat, apakah hubungan kalian udah memenuhi syarat untuk diakhiri. Sudah dibaca? Bagus. Sekarang kamu udah berpisah dan memiliki jalan yang berbeda dengan mantanmu. Beberapa orang menghadapi break-up dengan baik. Mereka move on, tetap berkarya dan pada waktunya bertemu dengan pacar baru.
Kalau kamu belum juga move on dan masih juga menganalisa keputusan kalian untuk berpisah udah benar atau nggak, maka kamu sedang membaca artikel yang tepat. Pertimbangan yang matang antara kata hati, intuisi dan logika adalah unsur penting dalam bikin keputusan untuk berpisah. Walaupun kamu gak tahu akibatnya bakal gimana, kamu juga gak yakin ‘kan apa jadinya kalau kamu terus-terusan sama dia?
 1. Dengerin Kata Batin Kamu
Ikuti batin kamu
Ikuti batin kamu via www.elitedaily.com
Apakah putus sesuai dengan kata batin kamu? Mengikuti kata hati, insting dan intuisi dapat membantu kamu membuat keputusan yang tepat dan sejalan dengan prinsip yang kamu pegang. Tapi harap diingat, intuisi gak sama dengan emosi. Kejernihan dalam berpikir, bukan marah-marah saat buat keputusan, adalah tanda kalau intuisimu sedang bekerja dengan baik.

2. Pertimbangkan Juga Akibatnya

Semua ada akibatnya, cariyang paling banyak hal positif
Semua ada akibatnya, cariyang paling banyak hal positif via www.hdwallpapers-3d.com
Saat insting dan intuisimu bekerja, pastikan juga kamu melihat keputusan buat pisah ini secara rasional. Apakah kamu udah memikirkan sisi positif dan negatif jika kalian putus? Dan karena kamu sekarang sudah putus: sudahkah kamu membayangkan keuntungan dan kerugian jika kalian masih pacaran? Kamu harus realistis dan jangan membiarkan perasaanmu yang mungkin menyesal atau kasihan mengalahkan kenyataan yang ada. Imbangi perasaan dengan logika, hati dengan otak.

 3. Kamu Bangga Dengan Keputusan Kamu
Bangga dengan keputusanmu
Bangga dengan keputusanmu via www.hdwallpapers.in
Kalau kamu masih bingung apakah putus dengan dia udah tepat atau belum, coba lihat diri kamu sekarang. Apakah kamu bahagia? Apa kamu menikmati menjadi single? Pastikan kamu gak punya penyesalan apapun ataupun merasa malu dengan kesendirian kamu.

4. Kamu Menemukan Alasan Yang Tepat

Sudah ku duga
Sudah ku duga via images.kpopstarz.com
Kenapa kamu kamu mutusin dia? “Karena dia tukang selingkuh”; “Karena aku merasa terkekang saat pacaran sama dia.” Kadang hal-hal mendasar yang sering kita lupakan saat kita bertemu rasa gamang sehabis putus. Hal-hal ini baru akan muncul lagi jika kamu bertanya pada diri sendiri, “Apa alasanku?” “Mengapa aku mutusin dia?” Pertanyaan seperti ini akan membantu kamu mengingat kembali motivasi kamu yang sesungguhnya untuk berpisah dengan dia. Nah, setelah sekarang putus, apa kamu pikir motivasimu itu sudah tepat?
 5. Tidurmu Nyenyak
Tidur pun sambi senyum
Tidur pun sambi senyum via www.blogspot.com
Bahkan tubuh kamu bisa bilang kalau putus sama pacar itu baik atau buruk bagi kamu. Galau gara-gara putus itu bikin kamu tegang, cemas, dan akhirnya gak bisa tidur dengan nyenyak. Beda ceritanya kalau kamu bahagia setelah putus dengan pacar: pikiranmu tenang dan bawaan badan kamu juga lebih santai. Bahkan tidur pun bisa sambil senyum-senyum.

6. “Apa Ku Bilang…”

Tuh kan apa aku bilang...
Tuh kan apa aku bilang… via www.nytimes.com
Ketemu dan dihibur oleh teman setelah putus itu sangat wajar. Kamu kangen mereka dan mereka juga lama gak ketemu kamu karena mereka ingin memberimu ‘privasi’ dengan pacar. Tapi kalau teman-temanmu datang menghiburmu tanpa diminta, sementara tersirat dari perkataan mereka “…betul ‘kan yang aku bilang? Untung kalian udah pisah sekarang…” maka bisa jadi keputusan kamu untuk break-up sama dia beneran tepat.
 7. Sendiri, Tapi Gak Kesepian
Gak sendirian
You’re just fine via www.treesugar.com
Mungkin kamu emang udah gak punya pendamping, tapi itu gak bikin kamu merasa kesepian. Kamu tetap bisa bergembira karena selalu ada keluarga dan teman bersamamu. Sekarang camkan: selama masih ada orang yang bisa kamu ajak ngobrol, makan dan liburan bareng kamu akan baik-baik aja.

8. Ternyata Single Itu Enak

Mulai menikmati jadi single
Mulai menikmati jadi single via wallpaper-download.net
Kamu mulai sadar bahwa menjomblo itu bukan dosa yang gak bisa diampuni. Menjadi single bikin kamu lebih menyayangi diri sendiri. Kamu juga bisa lebih perhatian dengan kesehatanmu, bukan sekedar penampilanmu. Bahkan dalam beberapa kasus, kamu akan merasa lebih mudah membuat keputusan karena kamu gak perlu nanya pendapat sang pacar.
 9. Buka Hati Untuk Yang Baru
Buka hati buat yang baru
Buka hati buat yang baru via www.helloridwan.com
Itu adalah bukti tak terbantahkan kalau keputusan kamu untuk putus udah benar. Kamu mulai membuka hati untuk orang baru. Kamu berani melirik dan flirting dengan orang kamu kenal. Walaupun masih dalam tahap ‘iseng-iseng berhadiah’, itu udah bisa jadi pertanda bahwa kamu punya kemauan untuk menutup rapat-rapat kasusmu dengan pacar yang lalu. Siapa yang tahu? Rekan baru jadi teman baru yang akhirnya jadi pacar baru. Iya ‘kan? 

Habis Lulus Kuliah, Mending Kerja Dulu Atau Langsung S2?

Apakah selepas skripsi selesai kamu sudah bisa bebas dari kegalauan hidup?Jawabannya: tidak. Setelah bebas dari dilema mahasiswa tingkat akhir kamu masih harus dihadapkan pada pilihan hidup yang akan sangat berpengaruh bagi masa depanmu: lanjut kuliah S2 atau kerja?
Ada yang bilang, langsung lanjut sekolah aja karena otak masih segar. Tapi ada juga yang menyarankan untuk langsung turun ke dunia kerja dan cari pengalaman sebanyak-banyaknya. Bingung gak tuh? Kali ini Hipweeakan paparkan keuntungan dan kekurangan dari masing-masing pilihan.
 Dilema Para Fresh Graduates Dalam Perjuangan Mencari Kerja
Perjuangan sarjana baru mencari pekerjaan
Perjuangan sarjana baru mencari pekerjaan via en.bloguru.com
Hampir semua orang yang sudah lulus kuliah hanya akan lega di hari wisudanya. Rasanya semua perjuangan terbayar di hari perayaan tersebut. Tapi keesokan harinya pertanyaan mulai bermunculan di kepala,
“Udah lulus nih. Udah dapat gelar. Terus harus ngapain?”
Biasanya para sarjana baru akan akrab dengan job fair dan berbagai laman rekrutmen pegawai. Dari kehidupan mahasiswa yang nyaman, secara tiba-tiba kamu yang baru lulus akan dihadapkan pada status baru sebagai pengangguran dan pencari kerja.
Menurut Recruitment Beast, sebuah perusahan rekrutmen dari Filipina, setidaknya ada 3 dilema yang dihadapi oleh mahasiswa yang baru saja lulus kuliah:
  1. Pekerjaan impianmu mensyaratkan pengalaman kerja minimal 2 tahun. Dapat pengalaman dari mana coba, kamu kan baru lulus kuliah!
  2. Persaingan untuk lulusan baru sangat ketat. Jumlah pekerjaan tidak sebanding dengan angkatan kerja yang lulus setiap tahunnya.
  3. Gaji yang ditawarkan jauh dibawah ekspektasi.
Ini membuat banyak lulusan baru banting setir untuk mengambil pendidikan lanjutan di tingkat Master.
 Sebenarnya S2 Akan Membentukmu Jadi Apa?
Kerja dulu atau lanjut S2?
Kerja dulu atau lanjut S2? via hiroshi-okamoto.com
Sebelum membahas kelebihan dan kekurangan bekerja atau melanjutkan pendidikan S2 selepas lulus, mari kita lihat dulu apa yang ditawarkan oleh pendidikan lanjutan di tingkat Master. Berbeda dengan pendidikan tingkat sarjana yang mencetak mahasiswa untuk mengerti dan mengaplikasikan pengetahuan yang dihasilkan orang lain, mahasiswa S2 dituntut untuk jadi salah satu produsen ilmu pengetahuan.
Di awal pendidikan, mahasiswa S2 akan dihadapkan pada berbagai kelas yang harus diambil. Kegiatan belajar di kelas akan lebih didominasi aktivitas diskusi, dibanding mendengarkan ceramah dari dosen. Sebagai mahasiswa pasca sarjana kamu dituntut aktif melakukan pembelajaran secara mandiri.
Mahasiswa pasca sarjana dituntut aktif untuk melakukan riset
Mahasiswa pasca sarjana dituntut aktif untuk melakukan riset via mmpt.pasca.ugm.ac.id
Pada 1-2 semester terakhir, aktivitas mahasiswa pascasarjana akan lebih banyak terfokus pada kegiatan riset. Pengetahuan yang lebih mendalam tentang bidang studi yang sedang kamu geluti tidak akan datang dari kelas, melainkan dari aktivitas langsung di lapangan.
Kamu akan punya kesempatan untuk bekerja bersama dosen dalam menyelesaikan sebuah riset. Mahasiswa Pascasarjana juga memiliki kesempatan luas untuk magang di berbagai organisasi.
Secara garis besar, pendidikan di tingkat Master memang mempersiapkan seseorang untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman profesional lewat proses riset dan pembelajaran yang dilakukan secara mandiri.
 Apakah Pendidikan Pascasarjana Akan Menjamin Karirmu Lebih Cemerlang?
S1 cukup gak sih? Atau harus S2?
S1 cukup gak sih? Atau harus S2? via sis.binus.ac.id
Steve Icampo, manajer of Worldwide Staffing di Amphenol Corporation, dalam sebuah wawancara menyatakan bahwa pendidikan Pascasarjana tidak akan serta merta menjamin kesuksesan seseorang.
“You should not assume that education will get you to where you want to go; what will get you there is you.”  (Jangan pernah punya asumsi bahwa pendidikan akan membawamu mencapai impian. Yang membuatmu bisa mencapainya adalah kamu sendiri.)
Sebelum seseorang memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat Master, menurut Icampo, ada baiknya orang tersebut memiliki pengalaman kerja terlebih dahulu. Pengalaman kerja yang dibarengi dengan pendidikan akan membuat seseorang makin ahli di bidang yang ditekuninya.
Dalam wawancara yang sama, Icampo mengingatkan para calon pencari kerja yang berniat melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana untuk terus bertanya kepada diri mereka sendiri, dan tetap membekali diri dengan pengalaman kerja:
“Bayangkan hal apa yang ingin kamu lakukan setelah lulus. Kamu harus bisa membuktikan ke pasar persaingan pencari kerja bahwa kamu punya kelebihan yang dibutuhkan oleh perusahaan.
Kamu tidak akan pernah tahu hal yang bisa kamu jual dalam dirimu kalau kamu tidak benar-benar mencarinya. Dan terkadang, satu-satunya cara untuk mencari dan menemukan itu adalah dengan bekerja”.
Yang terpenting kamu punya passion
Yang terpenting kamu punya passion via livedoor.blogimg.jp
Pendapat lain datang dari Hannes Vedin, konsultan HRD senior untuk Perusahaan Capgemini dari Swedia. Menurutnya, ada perbedaan mendasar dalam keahlian lulusan program Sarjana dan program Pascasarjana.
“Kebanyakan lulusan Master lebih dewasa dalam menghadapi dinamika di dunia kerja. Mereka juga lebih luwes menerjemahkan pengetahuan yang mereka miliki kedalam sebuah aksi nyata.
Punya gelar Master memang menguntungkan, tapi perusahaan juga tertarik untuk mendapatkan orang dengan passion yang kuat. Saat ada orang dengan ambisi dan passion yang sesuai dengan perusahaan, semangat yang dia miliki setara dengan gelar Master yang barangkali belum didapatnya”.
Dari pendapat praktisi diatas bisa disimpulkan bahwa meskipun pendidikan Pascasarjana bisa membawa keuntungan dalam proses mencapai karir impian, tapi dia bukanlah segalanya. Keahlian teknis dan passion yang kuatlah yang akan lebih menentukan kesuksesanmu.
 S2 Itu Sah-Sah Saja, Asal Bukan Ini Alasannya
Ingin tinggal diluar negeri bukan alasan yang tepat untuk S2
Ingin tinggal di luar negeri bukan alasan yang tepat untuk S2 via thebirminghampress.com
Berkomitmen menempuh pendidikan pascasarjana tentunya butuh usaha ekstra. Tidak hanya komitmen finansial, kamu juga perlu menguatkan diri untuk menghadapi gempuran tugas yang pastinya lebih menantang dibandingkan tugas-tugas yang kamu hadapi di jenjang sarjana.
Sebelum membenamkan kaki di medan perjuangan mahasiswa pasca sarjana, coba yakinkan diri dulu: “Apakah kamu memang ingin belajar lagi?“. Keputusan untuk menempuh pendidikan lanjutan tentunya oke banget, selama alasannya bukan ini:
  1. Kamu hanya ingin menghindar dari kewajiban mandiri secara finansial
  2. Kamu ingin lepas dari persaingan pencarian kerja yang sangat ketat
  3. Sekolah pascasarjana hanya pelarian untuk keluar dari pekerjaanmu yang membosankan
  4. Sekolah lagi hanya jadi alat untuk mewujudkan impian tinggal di luar negeri (kamu bisa menabung dan traveling saja, tanpa harus investasi waktu dan pikiran bertahun-tahun)
  5. Kamu tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan hidupmu, sehingga mengambil keputusan untuk sekolah lagi
Kalau 5 alasan diatas adalah pendorong keinginanmu melanjutkan pendidikan, maka sebaiknya pikir-pikir lagi deh. Daripada membuang waktu untuk lari dari masalah dengan S2, masih banyak kok cara lain yang lebih elegan untuk menghadapinya.
 Kalau Habis Lulus Mau Langsung Kerja, Emangnya Bisa?
Memang bisa ya kerja tanpa pengalaman?
Memang bisa ya kerja tanpa pengalaman? via aloysiusadi92.blogspot.com
Siapa bilang orang yang baru lulus kuliah tidak punya kesempatan untuk dapat pekerjaan? Walau hampir semua lowongan mensyaratkan sudah punya pengalaman kerja tetap ada cara kok untuk mengakalinya:
  • Mendaftarlah ke posisi Management Trainee (MT), di posisi ini kamu akan mendapatkan pelatihan langsung dari perusahaan untuk disiapkan menjadi calon manajer.
  • Jangan langsung patah arang saat ada lowongan yang mensyaratkan pengalaman kerja. Kalau kamu memang yakin bisa, daftar saja. Perusahaan akan tetap mempertimbangkan aplikan yang memang passionate.
Yakinkan perusahaan kalau kamu siap dilatih sesuai kebutuhan
Yakinkan perusahaan kalau kamu siap dilatih sesuai kebutuhan via extrachrispyphotography.blogspot.com
  • Yakinkan perusahaan bahwa kamu adalah pribadi yang siap latih. Walau kamu belum punya pengalaman kerja, tapi keinginan untuk berlatih bisa jadi kekuatanmu.
  • Kenali kemampuan dan aset yang kamu miliki. Jangan lupa juga untuk memanfaatkan semua koneksi yang sudah terjalin selama ini.
  • Cari tahu standar gaji di bidang pekerjaan yang kamu incar. Ini penting agar kamu tidak kaget dan punya pertimbangan rasional saat bernegosiasi soal gaji.
  • Lihat kesempatan karir yang ditawarkan oleh pekerjaanmu. Walau awalnya gajimu kecil, bukan berarti karirmu tidak akan berkembang kan?

Jadi gimana nih menurutmu? Lebih baik langsung kerja, atau lanjut S2 dulu selepas lulus kuliah? Semua pilihan punya kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Akhirnya, semua keputusan kembali ke tanganmu. Semoga berhasil!

Remaja Palestina 'dibakar hidup-hidup'

Seorang remaja Palestina yang tewas di Yerusalem dibakar hidup-hidup menurut pemeriksaan otopsi seperti yang dikutip jaksa agung Palestina.
"Penyebab kematian adalah luka bakar," kata Mohammed al-A'wewy.
Kematiannya terjadi setelah penculikan dan pembunuhan tiga remaja Israel yang menyebabkan bentrokan sepanjang Jumat malam.Pemerintah Israel mengatakan penyebab kematian Mohammad Abu Khdair, 16, yang Klikdimakamkan Jumat (04/07) masih belum jelas.
Pemeriksaan jenazah Mohammad Abu Khdair dilakukan oleh para dokter Israel dan dihadiri oleh direktur insitut forensik Palestina Saber al-Aloul.
Kantor berita Palestina Wafa mengutip jaksa agung dari keterangan Aloul bahwa asap di saluran pernafasan menunjukkan korban "menghirup materi ini saat ia dibakar hidup-hidup."
Mohammad Abu Khdair yang juga mengalami luka di kepala terbakar sekitar 90% tubuhnya.
Temuan itu belum secara resmi diumumkan.
Keluarga Mohamad Abu Khdair percaya bahwa remaja itu dibunuh sebagai pembalasan atas tewasnya tiga remaja Israel.
Jenazah Naftali Frenkel and Gilad Shaar, keduanya berusia 16 tahun dan Eyal Yifrach yang berusia 19 tahun ditemukan pada 30 Juni.
Pemakaman mereka dilangsungkan hari Rabu lalu (02/07)

#PrayForPalestine #SavePalestine, dan #PrayForGaza.

Serangan udara Israel yang menewaskan puluhan warga sipil di Gaza mengundang reaksi dunia Internasional, tak terkecuali masyarakat Indonesia.
Ungkapan solidaritas untuk rakyat Palestina disampaikan melalui media sosial dengan tanda tagar
#PrayForPalestine #SavePalestine, dan #PrayForGaza.

Organisasi sosial ACT mengatakan jumlah sumbangan meningkat setelah situasi di Gaza memburuk dalam beberapa hari terakhir. Seperti disampaikan oleh Imam Akbari, wakil presiden senior ACT.Tak hanya itu, ajakan memberikan sumbangan untuk rakyat Palestina banyak beredar di media sosial.
"Sejauh ini respon masyarakat cukup bagus, bahkan mereka yang kini lebih fokus terhadap peta politik di tanah air pun ikutan, medsos ini kan salah satu media yang dapat dengan mudah di akses masyarakat Indonesia, dan ACT memiliki akun di medsos untuk sosialisasi soal pemberian donasi," jelas Imam.
Selain membuka dompet sumbangan, ACT berencana mengirim tim kemanusiaan ke Gaza yang akan diberangkatkan Jumat ini.

Animo luar biasa

Sementara itu organisasi kemanusiaan lain, Mer C, belum akan mengirimkan tim kemanusiaan tambahan ke Gaza karena situasi keamanan di wilayah tersebut.
Dr. Joserizal Jurnalis mengatakan Mer C sebelumnya telah menempatkan 19 relawan di Gaza untuk menyelesaikan pembangunan rumah sakit yang berasal dari sumbangan masyarakat Indonesia.
Dia mengatakan masyarakat Indonesia memiliki perhatian yang besar dalam masalah Palestina.
"Animo masyarakat Indonesia luar biasa, karena rumah sakit yang kita bangun tak sepeser pun dana berasal dari pemerintah atau dari luar negeri, ini murni dari uang rakyat Indonesia biaya hampir Rp40 milliar dan akan dilengkapi peralatan medis," jelas Joserizal.
"Kita ada rekening untuk menampung sumbangan masyarakat untuk pembangunan rumah sakit dan juga untuk dana kemanusiaan yang akan disalurkan ke Palestina," tambah Joserizal
Aksi solidaritas dan juga konser perdamaian untuk Palestina rencananya akan digelar mulai Jumat ini di berbagai daerah di Indonesia.

Jangan Memberi Receh

( YOGIE FADILA) Bulan Ramadhan kali ini, sekali lagi kita diberi kesempatan berlomba-lomba dalam kebaikan. Salah satu cara termudah untuk itu adalah menolong anak jalanan, yang kira-kira 230 ribu jumlahnya dan tersebar di seluruh kota besar di Indonesia. Namun, banyak dari kita yang masih terjebak dalam “metode beramal” yang tak ideal: memberi uang receh. Sangka kita, itu akan bisa secara instan mengurangi masalah anak-anak terlantar di Indonesia.
Padahal, penelantaran anak adalah sebuah sistem, dan memberi anak jalanan uang saja nggak akan cukup menghancurkan sistem setan tersebut. Salah-salah, uang tersebut malah akan mereka ‘setor’ ke orang dewasa yang berniat mengeksploitasi mereka.
Yang lebih mereka butuhkan adalah perlindungan, pengasuhan, pendidikan serta motivasi untuk keluar dari kerasnya kehidupan di jalan. Dan inilah cara-cara sebenarnya untuk membantu mereka:

1. Menjadi Relawan

Kegiatan oleh Yayasan Sahabat Anak
Kegiatan oleh Yayasan Sahabat Anak via facebook.com
Dengan menjadi relawan, kamu bisa langsung turun tangan membantu mereka. Berjumpa dengan anak jalanan, mendengar keluh kesah dan kesulitan yang mereka alami. Kamu pun berkesempatan untuk berbagi ilmu yang kamu miliki dengan mereka.
Jangan minder, kamu gak harus mengajar layaknya guru sekolah. Kamu akan dianggap sebagai teman bermain dan pendamping mereka berkegiatan. Kegiatan kalian pun bisa beragam: mulai dari belajar, bermusik, menggambar, menari, dan sebagainya. Kamu bagaikan “teropong”, dengan apa mereka bisa melihat dunia yang berbeda dari dunia jalanan yang telah membesarkan mereka.
Sahabat bermain dan belajar
Sahabat bermain dan belajar via facebook.com
Yayasan Sahabat Anak (YAS) merupakan salah satu lembaga sosial yang aktif memperjuangkan dan memberikan pendidikan kepada anak jalanan. YAS dengan senang hati akan menerima kamu sebagai relawan. Selain YAS kamu juga bisa menjadi relawan melalui Indonesia Street Children Organization (ISCO), Save Street Child dan Dream House. Kunjungi juga indorelawan.org, situs yang menyediakan portal penghubung antara calon relawan dengan berbagai organisasi sosial. Di portal itu, kamu bisa menemukan bermacam-macam organisasi sosial Indonesia yang sedang membutuhkan tenaga relawan. Kamu juga bisa menyambangi rumah singgah dan LSM peduli anak yang ada di dekat tempat tinggalmu.

 2. Buka Bareng Anak Jalanan
Nyanyi-Nyanyi dulu
Nyanyi-Nyanyi dulu via makassar.tribunnews.com
Mumpung ini lagi bulan puasa, kamu bisa ngajak teman-teman kamu buat ngadain acara buka dan makan bareng anak jalanan. Mereka pasti amat senang jika ada orang yang peduli hingga menyiapkan santap buka bagi mereka.
Berbagi Dengan Mereka
Berbagi Dengan Mereka via bandung.bisnis.com
Acara makan-makan bisa diselingi kegiatan yang fun seperti bermain, nyanyi bareng (kebanyakan anak jalanan jago main gitar, lho) dan lain-lain. Yang terpenting adalah menghargai pilihan dan kesukaan mereka: tanyakan langsung apa yang ingin mereka lakukan denganmu bersama-sama. Kamu juga bisa belajar dari kemampuan yang mereka miliki!
Kamu bisa melaksanakan kegiatan berbuka on the road, tapi kalau tak tertarik, datangi aja rumah singgah dan panti asuhan terdekat.

 3. Awasi Kinerja Pemerintah
Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait
Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait via lintas.me
Undang-Undang Dasar 1945 mengamanatkan tanggung jawab untuk memelihara anak jalanan pada negara. Ini bukan berarti kita bisa lepas sama sekali. Justru, sebagai seorang warga, kita adalah bagian dari negara itu sendiri. Kita gak boleh lepas tangan. Kita punya peran khusus untuk mengawasi kinerja pemerintah (dan lembaga terkait) dalam ‘memelihara’ anak jalanan. Apakah semua usaha dilakukan dengan baik, atau malah eksistensi anak jalanan benar-benar “dipelihara” hingga semakin banyak jumlahnya?
Disini kamu harus jeli dan vokal dalam mengawasi kinerja lembaga-lembaga seperti, Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemenpppa), Kementerian Sosial melalui Program Kesejahteraan Sosial Anak, serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Tiga lembaga ini mewakili negara dalam hal perlindungan anak jalanan. Selain itu, kamu juga bisa mengawasi LSM yang juga punya kepedulian untuk anak jalan. Contohnya,  Komnas Perlindungan Anak (harap diingat bahwa ini lembaga yang berbeda dari KPAI).
Selain di pusat, kamu harusnya lebih gencar dalam pengawasan kinerja pemerintah provinsi dan kota kamu tinggal. Dengan adanya otonomi daerah tiap kota berhak mengeluarkan Perda-nya masing-masing. Untuk itu, silakan cek apakah kota kamu udah memiliki Perda yang melindungi anak jalanan atau belum? Jika belum, segera upayakan melalui wakil kamu di DPRD setempat, atau luncurkan petisi online.
Oknum Satpol PP terkadang semena-mena
Oknum Satpol PP terkadang semena-mena via id.berita.yahoo.com
Jika provinsi/kota kamu udah punya Perda mengenai anak jalanan, pantau implementasi-nya. Pastikan Perda tersebut bukan malah semakin memarginalkan mereka. Tak jarang, pemerintah daerah mengerahkan Satpol PP atas alasan “menertibkan” anak jalanan serta gelandangan, pengemis dan pengamen. Tak jarang juga anak-anak yang memilih berdandan berbeda - seperti punk misalnya – digunduli rambutnya, karena pemerintah menganggap dandanan mereka “mengganggu” masyarakat. Pastikan hal itu tak terjadi, karena setiap dari kita punya hak untuk mengekspresikan jati diri.

 4. Salurkan Donasi
Donasi kamu selalu diterima
Donasi kamu selalu diterima via facebook.com
Jika kamu belum punya kesempatan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan di atas, kamu masih bisa ikut membantu mereka dengan berdonasi. Ingat ya, berdonasi tidak sama dengan memberi uang di tengah jalan. Donasikan dana kamu melalui badan-badan resmi dan sudah dipercaya dalam menyalurkan bantuan sosial seperti Rumah ZakatBazarnas, masjid, gereja, vihara, dan lembaga sosial lainnya di kota kamu. Pastinya, kamu juga bisa menyumbangkan donasi ke yayasan yang langsung menangani masalah anak jalanan seperti yag sudah Hipwee beberin di atas.
 Benar, ‘kan? Masih banyak cara meringankan beban anak jalanan selain memberi mereka rincing recehan!
-