Begini Cara Mengukur Kiblat versi BMKG

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Padang Panjang, Sumatra Barat (Sumbar) menyampaikan masyarakat dapat melakukan uji kiblat pada 27 Mei 2016 karena posisi matahari tepat berada di atas Ka’bah di Masjidil Haram, Arab Saudi.
"Pada 27 Mei 2016 pukul 16.18 WIB posisi matahari tepat berada di atas Ka’bah, ini kesempatan menguji ulang apakah arah kiblat shalat selama ini sudah benar," kata Kepala Stasiun Geofisika kelas I BMKG Padang Panjang Rahmat Triyono di Padang, Kamis (27/5).
Menurut dia untuk melakukan pengujian dilakukan dengan alat yang berbentuk tegak lurus berupa tiang pancang atau bangunan di tanah yang datar."Kemudian tarik garis dari ujung bayangan hingga ke posisi tiang pancang yang tegak lurus tadi maka itulah arah kiblat," ujarnya.

Ia mengatakan uji arah kiblat tersebut dapat dilakukan pada pukul 16.18 WIB karena saat itu posisi matahari benar-benar tepat di atas Ka’bah dan masih ada toleransi sehari sebelumnya dan sehari setelahnya.Rahmat menjelaskan dalam setahun matahari akan bergerak semu dari posisi 23,5 derajat Lintang Selatan ke 23,5 derajat Lintang Utara.
Akibat gerak semu ini, pada tanggal tertentu matahari akan tepat berada di atas suatu bangunan atau kota yang posisinya berada di antara 23,5 derajat lintang selatan ke 23,5 derajat lintang utara LU.
Posisi Ka’bah berada pada 21 derajat 25' 21" lintang utara dan 39 derajat 49' 34", bujur timur sehingga dalam setahun matahari akan tepat berada di atas Kakbah sebanyak dua kali. Sementara Kasi Pembinaan Syariah dan Sistem Informasi Kementerian Agama Sumbar Rinalfi mengajak masyarakat untuk menguji ulang arah kiblat dengan adanya momen ini.
"Ini merupakan cara yang paling mudah namun akurat untuk menguji apakah kiblat sudah benar," ujarnya.
Sumber BMKG

Amalan Untuk Malam Nisfu Sya’ban Serta Keistimewaannya

Malam nisfu Sya’ban (malam 15 Sya’ban) adalah malam mulia menurut sebagian kalangan. Sehingga mereka pun mengkhususkan amalan-amalan tertentu pada bulan tersebut. Benarkah pada malam nisfu Sya’ban punya keistimewaan dari bulan lainnya?
Bulan Sya’ban Secara Umum adalah Bulan MuliaBulan Sya’ban adalah bulan mulia yang terletak sebelum bulan suci Ramadhan. Di antara keistimewaannya, bulan tersebut adalah waktu dinaikkan amalan.
Mengenai bulan Sya’ban, ada hadits dari Usamah bin Zaid. Ia pernah menanyakan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambahwa ia tidak pernah melihat beliau melakukan puasa yang lebih semangat daripada puasa Sya’ban. Kemudian Rasulshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Bulan Sya’ban –bulan antara Rajab dan Ramadhan- adalah bulan di saat manusia lalai. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan.” (HR. An-Nasa’i no. 2359. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan).
Setiap pekannya, amalan seseorang juga diangkat yaitu pada hari Senin dan Kamis. Sebagaimana disebutkan dalam hadits,

عْرَضُ أَعْمَالُ النَّاسِ فِى كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّتَيْنِ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ مُؤْمِنٍ إِلاَّ عَبْدًا بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ اتْرُكُوا – أَوِ ارْكُوا – هَذَيْنِ حَتَّى يَفِيئَا

Amalan manusia dihadapkan pada setiap pekannya dua kali yaitu pada hari Senin dan hari Kamis. Setiap hamba yang beriman akan diampuni kecuali hamba yang punya permusuhan dengan sesama. Lalu dikatakan, ‘Tinggalkan mereka sampai keduanya berdamai’.” (HR. Muslim no. 2565)
Keistimewaan Malam Nisfu Sya’banAda hadits yang menyatakan keutamaan malam nisfu Sya’ban bahwa di malam tersebut akan ada banyak pengampunan terhadap dosa.
Di antaranya hadits dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

يَطَّلِعُ اللَّهُ إِلَى جَمِيعِ خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ

Allah mendatangi seluruh makhluk-Nya pada malam Nisfu Sya’ban. Dia pun mengampuni seluruh makhluk kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.”
Al-Mundziri dalam At-Targhib setelah menyebutkan hadits ini, beliau mengatakan, “Dikeluarkan oleh At-Thobroni dalam Al Awsath dan Ibnu Hibban dalam kitab Shahihnya dan juga oleh Al-Baihaqi. Ibnu Majah pun mengeluarkan hadits dengan lafazh yang sama dari hadits Abu Musa Al-Asy’ari. Al-Bazzar dan Al-Baihaqi mengeluarkan yang semisal dari Abu Bakr Ash-Shiddiqradhiyallahu ‘anhu dengan sanad yang tidak mengapa.”
Demikian perkataan Al Mundziri. Penulis Tuhfatul Ahwadzilantas mengatakan, “Pada sanad hadits Abu Musa Al-Asy’ari yang dikeluarkan oleh Ibnu Majah terdapat Lahi’ah dan ia adalah perawi yang dinilai dha’if.”
Hadits lainnya lagi adalah hadits ‘Abdullah bin ‘Amrradhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَطَّلِعُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِعِبَادِهِ إِلَّا اِثْنَيْنِ مُشَاحِنٍ وَقَاتِلِ نَفْسٍ

Allah ‘azza wa jalla mendatangi makhluk-Nya pada malam nisfu Sya’ban, Allah mengampuni hamba-hamba-Nya kecuali dua orang yaitu orang yang bermusuhan dan orang yang membunuh jiwa.”
Al Mundziri mengatakan, “Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Ahmad dengan sanad yang layyin (ada perowi yang diberi penilaian negatif atau di-jarh, namun haditsnya masih dicatat).” Berarti hadits ini bermasalah.
Penulis Tuhfatul Ahwadzi setelah meninjau riwayat-riwayat di atas, beliau mengatakan, “Hadits-hadits tersebut dilihat dari banyak jalannya bisa sebagai hujjah bagi orang yang mengklaim bahwa tidak ada satu pun hadits shahih yang menerangkan keutamaan malam nisfu Sya’ban. Wallahu Ta’ala a’lam.”
Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan, “Hadits yang menjelaskan keutamaan malam nisfu Sya’ban ada beberapa. Para ulama berselisih pendapat mengenai statusnya. Kebanyakan ulama mendhaifkan hadits-hadits tersebut. Ibnu Hibban menshahihkan sebagian hadits tersebut dan beliau masukkan dalam kitab shahihnya.” (Lathaif Al-Ma’arif, hal. 245).
Intinya, penilaian kebanyakan ulama (baca: jumhur ulama), keutamaan malam nisfu Sya’ban dinilai dha’if. Namun sebagian ulama menshahihkannya.
Amalan di Malam Nisfu Sya’banTaruhlah hadits keutamaan malam nisfu Sya’ban itu shahih, bukan berarti dikhususkan amalan khusus pada malam tersebut seperti kumpul-kumpul di malam nisfu Sya’ban dengan shalat jama’ah atau membaca Yasin atau do’a bersama atau dengan amalan khusus lainnya.
Karena mengkhususkan amalan seperti itu harus dengan dalil. Kalau tidak ada dalil, berarti amalan tersebut mengada-ada.
Walau sebagian ulama ada yang menganjurkan shalat di malam nisfu Sya’ban. Namun shalat tersebut cukup dilakukan seorang diri.
Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan, “Mengenai shalat malam di malam Nisfu Sya’ban, maka tidak ada satu pun dalil dari Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam dan juga para sahabatnya. Namun terdapat riwayat dari sekelompok tabi’in (para ulama negeri Syam) yang menghidupkan malam Nisfu Sya’ban dengan shalat.”
Ibnu Taimiyah ketika ditanya mengenai shalat Nisfu Sya’ban, beliau rahimahullah menjawab, “Jika seseorang shalat pada malam nisfu sya’ban sendiri atau di jama’ah yang khusus sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian salaf, maka itu suatu hal yang baik. Adapun jika dilakukan dengan kumpul-kumpul di masjid untuk melakukan shalat dengan bilangan tertentu, seperti berkumpul dengan mengerjakan shalat 1000 raka’at, dengan membaca surat Al Ikhlas terus menerus sebanyak 1000 kali, ini jelas suatu perkara bid’ah, yang sama sekali tidak dianjurkan oleh para ulama.” (Majmu’ Al-Fatawa, 23: 131)
Ibnu Taimiyah juga mengatakan, “Adapun tentang keutamaan malam nisfu Sya’ban terdapat beberapa hadits dan atsar, juga ada nukilan dari beberapa ulama salaf bahwa mereka melaksanakan shalat pada malam tersebut. Jika seseorang melakukan shalat seorang diri ketika itu, maka ini telah ada contohnya di masa lalu dari beberapa ulama salaf. Inilah dijadikan sebagai pendukung sehingga tidak perlu diingkari.” (Majmu’ Al-Fatawa, 23: 132)
Malam Nisfu Sya’ban sama dengan Malam LainnyaKalau kita biasa shalat tahajud di luar nisfu Sya’ban, nilainya tetap sama dengan shalat tahajud di malam nisfu Sya’ban.
‘Abdullah bin Al Mubarak rahimahullah pernah ditanya mengenai turunnya Allah pada malam Nisfu Sya’ban, lantas beliau pun memberi jawaban pada si penanya, “Wahai orang yang lemah! Yang engkau maksudkan adalah malam nisfu Sya’ban?! Perlu engkau tahu bahwa Allah itu turun di setiap malam (bukan pada malam nisfu Sya’ban saja, -pen).” Dikeluarkan oleh Abu ‘Utsman Ash Shobuni dalam I’tiqod Ahlis Sunnah (92).
Al ‘Aqili rahimahullah mengatakan, “Mengenai turunnya Allah pada malam nisfu Sya’ban, maka hadits-haditsnya itu layyin(menuai kritikan). Adapun riwayat yang menerangkan bahwa Allah akan turun setiap malam, itu terdapat dalam berbagai hadits yang shahih. Ketahuilah bahwa malam nisfu Sya’ban itu sudah termasuk pada keumuman hadits semacam itu, insya Allah.” Disebutkan dalam Adh Dhu’afa’ (3/29). (Lihat Fatwa Al Islam Sual wa Jawab, no. 49678)
Cukup Perbanyak Amalan Puasa di Bulan Sya’banKalau mau meraih kebaikan, bisa diraih dengan memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya’ban. ‘Aisyahradhiyallahu ‘anhaberkata,

فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلاَّ رَمَضَانَ ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِى شَعْبَانَ

Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 1969 dan Muslim no. 1156)
Yang Punya Utang Puasa Ramadhan Segera LunasiBagi yang punya utang puasa Ramadhan, segeralah dilunasi karena bulan Sya’ban adalah bulan terakhir sebelum memasuki bulan Ramadhan.
Dari Abu Salamah, beliau mengatakan bahwa beliau mendengar ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan,

كَانَ يَكُونُ عَلَىَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ ، فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِىَ إِلاَّ فِى شَعْبَانَ

Aku masih memiliki utang puasa Ramadhan. Aku tidaklah mampu mengqodho’nya kecuali di bulan Sya’ban.” Yahya (salah satu perowi hadits) mengatakan bahwa hal ini dilakukan ‘Aisyah karena beliau sibuk mengurus Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. (HR. Bukhari no. 1950 dan Muslim no. 1146)
Perbanyak Pula Amalan Bacaan Al-Qur’an di Bulan Sya’banSalamah bin Kahil berkata,

كَانَ يُقَالُ شَهْرُ شَعْبَانَ شَهْرُ القُرَّاء

“Dahulu bulan Sya’ban disebut pula dengan bulan membaca Al Qur’an.”

وَكَانَ عَمْرٌو بْنِ قَيْسٍ إِذَا دَخَلَ شَهْرُ شَعْبَانَ أَغْلَقَ حَانَوَتَهُ وَتَفْرُغُ لِقِرَاءَةِ القُرْآنِ

‘Amr bin Qois ketika memasuki bulan Sya’ban, beliau menutup tokonya dan lebih menyibukkan diri dengan Al Qur’an.
Abu Bakr Al Balkhi berkata,

شَهْرُ رَجَبٍ شَهْرُ الزَّرْعِ ، وَشَهْرُ شَعْبَانَ شَهْرُ سَقْيِ الزَّرْعِ ، وَشَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرُ حِصَادِ الزَّرْعِ

“Bulan Rajab saatnya menanam. Bulan Sya’ban saatnya menyiram tanaman dan bulan Ramadhan saatnya menuai hasil.” (Lihat Fatwa Al-Islam Sual wa Jawab no. 92748)
Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah
sumber : islamedia.com

Kabar Gembira untuk PNS, Gaji Ke-13 dan ke-14 Segera Cair!




Kabar yang satu ini pasti terdengar seperti alunan musik yang indah bagi pegawai pemerintahan, guru, polisi, TNI dan aparatur negara di seluruh Indonesia. Pasalnya, tahun ini pemerintah berencana memberikan gaji ke-13 dan 14. Realisasinya masih menunggu proses harmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM. Namun, berita gembiranya adalah kemungkinan pembayaran gaji tersebut bisa dilakukan lebih awal.

Hal tersebut diamini oleh Kepala Bidang Penyiapan Perumusan Kebijakan Gaji dan Tunjangan SDM Aparatur Kementerian PAN-RB, Hidayah Azmi Nasution. Dia berharap proses harmonisasi tersebut bisa segera selesai dan dapat segera mendapatkan keputusan. Pasalnya kebijakan ini sangat dinanti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terdiri dari para Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI dan Polri.


Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa gaji ke-13 dan 14 (THR) untuk PNS tahun ini akan dibayarkan pada bulan Juli. Ketentuan pemberian gaji ke-13 dan 14 untuk PNS tahun ini akan segera diatur melalui Perpres dengan aturan pemberian yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya.

Kabar gembira untuk para PNS!



PNS tentunya akan tersenyum bahagia menjelang Lebaran ini. Pasalnya, selain mendapatkan gaji ke-13 yang memang selalu diterima setiap tahunnya, para abdi negara ini juga akan menerima tunjangan hari raya (THR) atau yang biasa disebut dengan gaji ke-14. Pertanyaannya adalah lebih besar mana antara gaji ke-13 dengan gaji ke-14?

Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Herman Suryatman mengatakan bahwa gaji ke-13 yang akan diterima PNS jumlahnya lebih besar jika dibandingkan dengan gaji ke-14.


Hal ini dikarenakan gaji ke-13 terdiri atas banyak komponen antara lain gaji pokok, tunjangan jabatan dan tunjangan-tunjangan lainnya. Beda dengan gaji ke-14 atau THR yang hanya mencakup gaji pokok saja. Gaji ke-13 dan ke-14 tersebut akan diterima oleh PNS, baik yang bekerja di kementerian dan lembaga, maupun di tingkat pemerintah daerah (pemda). Namun besarnya beragam sesuai dengan golongan dan masa kerja.

Gaji tambahan ini akan diberikan pada bulan Juli 2016, tapi di hari yang berbeda.



Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa gaji ke-13 dan gaji ke-14 akan dibayarkan secara terpisah kepada seluruh PNS meskipun jangka waktu pembayaran gaji sama-sama di Juli 2016. Pemerintah rencananya tidak akan merapel atau menggabungkan pembayaran gaji ke-13 dan THR karena tujuannya memang berbeda.

Gaji ke-14 rencananya akan dibayarkan sebelum lebaran. Sedangkan gaji ke-13 akan diberikan sebelum masuk pendidikan sekolah. Kebijakan gaji ke-14 atau THR yang akan dinikmati PNS untuk pertama kalinya di tahun ini adalah pengganti peniadaan kenaikan gaji. Pemerintah juga sudah menganggarkan dana 7,5 triliun rupiah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 untuk pengaplikasian kebijakan ini.

Artikel ini sudah pernah diterbitkan sebelumnya oleh idntimes.com

Warga Blokir Jalan, Seorang Perempuan Meninggal Akibat Ambulans Tak Diizinkan Melintas


Aksi pemblikiran jalan yang dilakukan sejumlah warga Siluak Deras kecamatan Gunung Tujuh, Kerinci memakan korban jiwa. Selasa (10/5), seorang perempuan yang tengah kritis harus meregang nyawa setelah ambulans yang membawanya tidak diizinkan melintasi jalan yang diblokir.

Korban meninggal diketahui bernama Susi Marlina (37) warga desa Jernih Jaya, kecamatan Gunung Tujuh. Seperti dilansir jambi.tribunnews.comBudi, perwakilan keluarga korban, mengungkapkan Susi Marlina dibawa mobil ambulans dari Puskesmas Pelompek menuju RS MH. Thalib dalam keadaan kritis.

Diceritakan bahwa Susi Marlina baru saja menjalani proses persalinan di bidan desa, namun tali pusar jabang bayi tidak bisa keluar jadi harus dilarikan ke puskesmas terdekat.
Namun pihak Puskesmas Pelompek menyatakan ketidaksanggupan mereka menangani kondisi Susi, sehingga perempuan tersebut harus dirujuk ke RS MH. Thalib yang berada di kota Sungai Penuh dengan menumpangi ambulans.

Ambulans itu tiba di Siulak Deras sekitar pukul 2.30 WIB, tapi jalan diblokir warga. Ambulans pun tidak bisa lewati jalan. Hampir satu jam menunggu, kata Budi, warga setempat tetap tidak mengizinkan ambulans lewat.


Budi mengaku sudah memohon agar blokir dibuka, namun warga tetap bersikeras dengan pendiriannya. Akhirnya, Susi meninggal di dalam ambulans.

Pemblokiran jalan adalah buntut dari banjir yang terus-menerus terjadi di Siulak Deras. Banjir diduga akibat aktivitas galian C.

Ketua BPD Siulak Deras Mudik, Samsidir saat dikonfirmasi mengatakan belum mengetahui kejadian mengenaskan tersebut. Tapi ia mengakui adanya pemblokiran jalan tersebut. Kata dia, warga menuntut janji Pemerintah Kerinci yang akan membuat turap, menormalisasi sungai dan menutup galian C.

Sejak Senin malam (9/5), warga Siulak Deras memblokir ruas jalan Siulak Deras - Kayu Aro. Akibat pemblokiran jalan tersebut, ruas jalan yang menghubungkan Kerinci dan Sumbar itu lumpuh total dan kendaraan terjebak macet hingga puluhan kilometer.

Lomba Karaoke Selama 8 Jam Meriahkan HUT Gibel FM


Tak terasa sudah 4 tahun Radio Gibel FM mengudara dan menemani pendengar setianya. Dari sebuah radio amatir yang hanya didengar segelintir pasang telinga di Sengeti, Muara Jambi, hingga sekarang menjadi radio dengan puluhan ribu pendengar di penjuru provinsi Jambi.


Untuk merayakan sekaligus mensyukuri pencapaian selama 4 tahun belakang, manajemen dan penggemar setia Gibel FM melaksanakan perayaan ulang tahun dan acara doa bersama pada Minggu (8/10). Perayaan ulang tahun Gibel FM juga dimeriahkan dengan lomba karaoke dan lomba mewarnai untuk anak TK serta lomba melukis bagi anak SD.


Lomba karaoke diikuti oleh 38 peserta yang memperebutkan piala dan bingkasan spesial. Bertindak sebagai dewan juri adalah penyanyi bersuara emas Gani, musisi kebanggaan Ma. Jambi Eri Lutung, dan penyiar top Gibel FM Nur Latif.


Tingginya antusias masyarakat terlihat dari durasi lomba yang berlangsung hingga 8 jam, suara-suara merdu peserta karaoke juga disiarkan melalui frekuensi 99,7 Gibel FM.


Keluar sebagai pemenang lomba karaoke adalah Jupe sebagai juara 1, Rani (juara 2), dan Mak Silma (juara 3). Sementara lomba mewarnai dimenangkan oleh Anggara Widya Sari (juara 1), Adiva (juara 2), dan Afrila (juara 3). Lalu lomba melukis dimenangkan oleh Adinda Nourina Putri dan M. Angga.


Memujudkan rasa syukur atas 4 tahun berdirinya radio, Dirut Gibel FM Dinda Dwi Nabila melakukan pemotongan tumpeng bersama para penyiar Gibel. Lalu acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh mantan Bupati Tebo Drs. H. A. Madjid Mu’az, MM.

Cuma Modal SIM dan STNK, Pemuda Ini Nekat Minta Selfie Bareng Polwan


Ada-ada saja tingkah laku anak muda zaman sekarang. Demi satu-dua jepret selfie bareng polwan cantik Bripda Ricca, dua pemuda rela menepikan motornya di pinggir jalan.
Lucunya, ibu eh, mbak polwan meminta mereka menunjukkan SIM dan STNK dahulu sebelum menginzinkan selfie bareng. Gitu dong!

Sehabis selfie, ini anak dikasih hati malah minta jantung, minta dipasangin helm, pula. Menang banyak, ya!

Eka Marlina Perjuangkan 3,5 Miliar untuk Rehabilitasi Irigasi




MUARO TEBO - Demi mendengar aspirasi, masukan, serta keluhan konstituennya, Hj. Eka Marlina Madjid memanfaatkan masa reses DRPRD Provinsi Jambi untuk turun hingga ke pelosok pedesaan di kabupaten Tebo, Jambi. Pada Jum’at (29/4) Hj. Eka, demikian putri sulung mantan Bupati Tebo Madjid Mu’az ini biasa disapa, mengunjungi desa Semabu Seberang, kecamatan Tebo Tengah untuk meninjau sistem irigasi di sana.
Dengan menumpang perahu ketek, lalu dilanjutkan dengan menunggangi motor, Hj. Eka dan rombongan menempuh medan berat untuk mencapai tujuan. Melihat kondisi irigasi di Semabu Seberang, anggota komisi III DPRD Provinsi Jambi ini mengatakan bahwa tahun ini telah dianggarkan sekitar Rp. 3,5 miliar untuk rehabilitasi irigasi tersebut. Rehabilitasi diharapkan mampu memotivasi masyarakat setempat untuk kembali bersawah, setelah 2 tahun belakangan ini sempat lesu karena kendala pengairan.
Mewakili perasaan masyarakat, Wakil Ketua BPD Semabu, M. Lufti menyambut gembira kedatangan Hj. Eka. “Inilah yang kami harapkan, wakil rakyat yang tanggap dan mau terjun langsung. Serta memperjuangkan kepentingan rakyat banyak”, ujarnya.

Categories

Streaming dan Facebook

Selamat Datang di radio gibel fm 99.7 sumber informasi, hiburan dan pendidikan dapat didengar lewat streaming dan Facebook; email radiogibelfm@gmail.com